Kekalahan telak, 0-3 MU dari Arsenal pekan lalu tidak hanya
membuat MU tergusur dari puncak klasemen. Kekalahan itu juga membongkar
kelemahan koordinasi pertahanan MU. Bagaimana tidak. Belum genap 20 menit pertandingan
berjalan, gawang De Gea sudah dibobol meriam London tiga kali.
Dalam konferensi persnya, Louis Van Gaal menyebut laga
melawan Arsenal sebagai performa terburuk MU sejak kedatangannya. Namun pelatih
asal Belanda tidak bisa lepas begitu saja dari tanggung jawab. Starting line up
yang diturunkannya di Stadion Emirates pun patut dipertanyakan.
Pemilihan Bastian Schweinsteiger dan Michael Carrick sebagai
duet gelandang di tengah terbukti gagal. Kedua pemain tersebut berulang kali
kedodoran menghadapi kecepatan lari para gelandang Arsenal. Schweinsteiger yang
seharusnya mendampingi Carrick untuk melindungi pertahanan justru lebih sering berada
terlalu jauh di depan. Hal ini mengakibatkan kurangnya perlindungan bagi lini
pertahanan MU. Terang saja, berulang kali serangan Arsenal langsung menghajar
lini pertahanan MU tanpa perlindungan berarti.
Performa Darmian di sisi kanan pertahanan MU juga disorot.
Dua dari tiga gol Arsenal berasal dari area yang dijaganya. Bek timnas Italia
itu sempat kesulitan menghadapi kecepatan lari Alexis Sanches. Padahal MU masih
memiliki Antonio Valencia yang lebih mumpuni untuk mengimbangi kecepatan lari
Sanchez. Valencia sendiri baru diturunkan setelah turun minum.
Digantinya dua pemain MU setelah turun minum menunjukkan
gagalnya strategi yang diusung Van Gaal dalam pertandingan itu. Masuknya Fellaini
menambah prosentase penguasaan bola MU di lini tengah. Tapi keunggulan ball
possesion saja tidak cukup. Setelah unggul 3-0, pemain Arsenal lebih disiplin
menjaga pertahanannya. Apiknya penampilan Petr Ceh di bawah mistar gawang turut
menyulitkan Setan Merah sekedar mencuri sebiji gol.
Dengan hasil tersebut, MU harus segera berbenah. Sejak
cederanya Luke Shaw, gawang MU menjadi lebih rentan dibobol terutama dalam 15
menit babak pertama. Jeda internasional selama dua pekan setidaknya dapat
memberi Van Gaal waktu untuk memperbaiki kinerja pertahanan Setan Merah.
Apalagi dua lawan MU mendatang (Everton dan Manchester City) adalah tim-tim
yang taktis memanfaatkan kecepatan lari pemainnya. Belum lagi pada tengah pekan
MU juga harus bertolak ke Rusia menghadapi CSKA Moscow di ajang Liga Champions.
Van Gaal mutlak harus merotasi pemainnya jika tidak ingin performa buruk anak
asuhnya saat melawan Arsenal terulang.



0 comments:
Post a Comment