Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Wednesday, 7 October 2015

Performa Terburuk MU Sejak Dilatih Van Gaal


Kekalahan telak, 0-3 MU dari Arsenal pekan lalu tidak hanya membuat MU tergusur dari puncak klasemen. Kekalahan itu juga membongkar kelemahan koordinasi pertahanan MU. Bagaimana tidak. Belum genap 20 menit pertandingan berjalan, gawang De Gea sudah dibobol meriam London tiga kali.

Dalam konferensi persnya, Louis Van Gaal menyebut laga melawan Arsenal sebagai performa terburuk MU sejak kedatangannya. Namun pelatih asal Belanda tidak bisa lepas begitu saja dari tanggung jawab. Starting line up yang diturunkannya di Stadion Emirates pun patut dipertanyakan.

Pemilihan Bastian Schweinsteiger dan Michael Carrick sebagai duet gelandang di tengah terbukti gagal. Kedua pemain tersebut berulang kali kedodoran menghadapi kecepatan lari para gelandang Arsenal. Schweinsteiger yang seharusnya mendampingi Carrick untuk melindungi pertahanan justru lebih sering berada terlalu jauh di depan. Hal ini mengakibatkan kurangnya perlindungan bagi lini pertahanan MU. Terang saja, berulang kali serangan Arsenal langsung menghajar lini pertahanan MU tanpa perlindungan berarti.

Performa Darmian di sisi kanan pertahanan MU juga disorot. Dua dari tiga gol Arsenal berasal dari area yang dijaganya. Bek timnas Italia itu sempat kesulitan menghadapi kecepatan lari Alexis Sanches. Padahal MU masih memiliki Antonio Valencia yang lebih mumpuni untuk mengimbangi kecepatan lari Sanchez. Valencia sendiri baru diturunkan setelah turun minum.

Digantinya dua pemain MU setelah turun minum menunjukkan gagalnya strategi yang diusung Van Gaal dalam pertandingan itu. Masuknya Fellaini menambah prosentase penguasaan bola MU di lini tengah. Tapi keunggulan ball possesion saja tidak cukup. Setelah unggul 3-0, pemain Arsenal lebih disiplin menjaga pertahanannya. Apiknya penampilan Petr Ceh di bawah mistar gawang turut menyulitkan Setan Merah sekedar mencuri sebiji gol.


Dengan hasil tersebut, MU harus segera berbenah. Sejak cederanya Luke Shaw, gawang MU menjadi lebih rentan dibobol terutama dalam 15 menit babak pertama. Jeda internasional selama dua pekan setidaknya dapat memberi Van Gaal waktu untuk memperbaiki kinerja pertahanan Setan Merah. Apalagi dua lawan MU mendatang (Everton dan Manchester City) adalah tim-tim yang taktis memanfaatkan kecepatan lari pemainnya. Belum lagi pada tengah pekan MU juga harus bertolak ke Rusia menghadapi CSKA Moscow di ajang Liga Champions. Van Gaal mutlak harus merotasi pemainnya jika tidak ingin performa buruk anak asuhnya saat melawan Arsenal terulang.

0 comments:

Post a Comment