Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Wednesday, 7 October 2015

Rooney Penyebab Gagalnya Serangan United?


Di beberapa forum diskusi, performa Wayne Rooney bersama Manchester United menuai kritikan. Pemain 29 tahun dinilai sudah habis. Alasan yang dikemukakan beragam, mulai dari penempatan posisi yang dinilai mencampuri posisi pemain lain, kegagalan mencetak gol, sampai intensitas kehilangan bolanya yang sering menghambat serangan MU.

Wajar saja jika para fans gregetan dengan performa top skor Timnas Inggris sepanjang masa tersebut. Seperti yang dilansir situs statistik Whoscored, rataan kehilangan bola Rooney adalah 2,7 per laga atau tertinggi kedua setelah Memphis. Tidak mengherankan jika serangan MU lebih sering terhenti di kaki Rooney meski akurasi umpannya mencapai 85,5%.

Kehilangan bola saat tim melakukan build up serangan bisa sangat fatal terutama untuk tim yang mendewakan ball possesion. Hal tersebut akan menjadi makanan empuk lawan untuk melakukan serangan balik. Laga MU melawan Swansea dan Southampton lalu memperlihatkan bagaimana serangan balik yang berawal dari kehilangan bola menjadi dosa yang berujung gol.

Namun tidak adil rasanya jika hanya menilai pemain berdasarkan kinerja di lapangan. Taktik yang diusung Van Gaal pun harus dilihat sebagai variabel lain atas performa Rooney. Dengan peran sebagai pemain ‘nomor 10,’ tugas utama Rooney adalah mendistribusikan bola dan menjaga penguasaan bola MU di tengah.Rooney juga berperan sebagai penghubung antara duo gelandang jangkar di tengah dengan lini serang yang dihuni Mata, Memphis, dan Marthial.

Jika kita cermati, umpan-umpan Rooney cenderung bergerak ke sayap atau kembali ke tengah menuju. Jarang sekali Rooney menghasilkan umpan-umpan terobosan matang ke depan. Operan Rooney cenderung dilakukan untuk menjaga penguasaan bola di lini tengah sekaligus memancing pertahanan lawan untuk keluar dari posisinya. Tugas Rooney dibantu oleh Mata yang aktif bergerak ke tengah. Ruang yang diciptakannya akan dimanfaatkan Marthial untuk menyisir bola di sayap. Sementara Memphis di kiri berperan untuk memecah pertahanan lawan dan memberi ruang bagi Mata dan Marthial untuk menusuk ke kotak penalti. Tidak mengherankan jika Mata dan Marthial menjadi pemain yang paling sering mencetak gol bagi MU saat ini.

Melihat performa Rooney yang tak kunjung membaik, sangat rasional apabila Van Gaal mencadangkan pemain bergaji 300 ribu poundsterling tersebut. Van Gaal bisa memainkan Herrera atau Fellaini yang musim lalu cukup fasih bermain di ‘posisi nomor 10.’ Namun status Rooney sebagai kapten tim membuat opsi tersebut menjadi dilematis. Bagaimanapun keberadaan Rooney sebagai leader di lapangan juga dibutuhkan MU. Hal ini belum tentu Van Gaal dapatkan jika ban kapten diemban pemain lain.


Karena itu, para fans sangat berharap Rooney segera menemukan kembali performa terbaiknya. Apalagi, MU sudah dinanti lawan-lawan berat. Everton, CSKA Moscow dan Manchester City siap menambah luka Setan Merah pasca kekalahan dari Arsenal.

0 comments:

Post a Comment