Di beberapa
forum diskusi, performa Wayne Rooney bersama Manchester United menuai kritikan.
Pemain 29 tahun dinilai sudah habis. Alasan yang dikemukakan beragam, mulai
dari penempatan posisi yang dinilai mencampuri posisi pemain lain, kegagalan
mencetak gol, sampai intensitas kehilangan bolanya yang sering menghambat
serangan MU.
Wajar saja
jika para fans gregetan dengan performa top skor Timnas Inggris sepanjang masa
tersebut. Seperti yang dilansir situs statistik Whoscored, rataan kehilangan bola Rooney adalah 2,7 per laga atau
tertinggi kedua setelah Memphis. Tidak mengherankan jika serangan MU lebih
sering terhenti di kaki Rooney meski akurasi umpannya mencapai 85,5%.
Kehilangan
bola saat tim melakukan build up serangan
bisa sangat fatal terutama untuk tim yang mendewakan ball possesion. Hal tersebut akan menjadi makanan empuk lawan untuk
melakukan serangan balik. Laga MU melawan Swansea dan Southampton lalu
memperlihatkan bagaimana serangan balik yang berawal dari kehilangan bola
menjadi dosa yang berujung gol.
Namun tidak
adil rasanya jika hanya menilai pemain berdasarkan kinerja di lapangan. Taktik
yang diusung Van Gaal pun harus dilihat sebagai variabel lain atas performa
Rooney. Dengan peran sebagai pemain ‘nomor 10,’ tugas utama Rooney adalah
mendistribusikan bola dan menjaga penguasaan bola MU di tengah.Rooney juga
berperan sebagai penghubung antara duo gelandang jangkar di tengah dengan lini
serang yang dihuni Mata, Memphis, dan Marthial.
Jika kita
cermati, umpan-umpan Rooney cenderung bergerak ke sayap atau kembali ke tengah
menuju. Jarang sekali Rooney menghasilkan umpan-umpan terobosan matang ke
depan. Operan Rooney cenderung dilakukan untuk menjaga penguasaan bola di lini
tengah sekaligus memancing pertahanan lawan untuk keluar dari posisinya. Tugas
Rooney dibantu oleh Mata yang aktif bergerak ke tengah. Ruang yang
diciptakannya akan dimanfaatkan Marthial untuk menyisir bola di sayap.
Sementara Memphis di kiri berperan untuk memecah pertahanan lawan dan memberi
ruang bagi Mata dan Marthial untuk menusuk ke kotak penalti. Tidak mengherankan
jika Mata dan Marthial menjadi pemain yang paling sering mencetak gol bagi MU
saat ini.
Melihat performa
Rooney yang tak kunjung membaik, sangat rasional apabila Van Gaal mencadangkan
pemain bergaji 300 ribu poundsterling tersebut. Van Gaal bisa memainkan Herrera
atau Fellaini yang musim lalu cukup fasih bermain di ‘posisi nomor 10.’ Namun status
Rooney sebagai kapten tim membuat opsi tersebut menjadi dilematis. Bagaimanapun
keberadaan Rooney sebagai leader di
lapangan juga dibutuhkan MU. Hal ini belum tentu Van Gaal dapatkan jika ban
kapten diemban pemain lain.
Karena itu,
para fans sangat berharap Rooney segera menemukan kembali performa terbaiknya.
Apalagi, MU sudah dinanti lawan-lawan berat. Everton, CSKA Moscow dan
Manchester City siap menambah luka Setan Merah pasca kekalahan dari Arsenal.



0 comments:
Post a Comment